Nasihat Singkat

Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari)

BAHAYA SIHIR

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Ilustrasi Sihir


        Sesungguhnya orang yang melakukan sihir adalah orang yang kafir. Allah Ta'ala berfirman,

وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

"Tetapi setan-setanlah yang kafir, mereka mengajarkan sihir kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 102)

       Tujuan setan mengajarkan sihir kepada manusia agar mereka menyekutukan Allah Ta'ala.

Allah Yang Ta'ala berfirman tentang dua malaikat bernama Harut dan Marut. 

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

"Padahal keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum me-ngatakan, "Sesungguhnya kami hanyalah cobaan (bagimu), sebab itu jangan-lah kafir." Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan antara seorang (suami) dengan isterinya." (QS. Al-Baqarah: 102)

       Anda dapat melihat bahwa banyak orang tersesat dan terjerumus ke dalam praktik sihir. Mereka menganggap bahwa praktik sihir hanya haram. Mereka tidak tahu bahwa praktik sihir adalah kekafiran. Mereka terjerumus ke dalam sihir dan mempraktikkannya, yang jelas-jelas adalah sihir. Sihir tersebut dapat berupa sihir yang bertujuan untuk menceraikan pasangan suami istri, mantra cinta suami kepada istrinya, atau kebencian suami kepada istrinya, atau kebencian istri kepada suaminya, dan sebagainya dengan mengucapkan kalimat-kalimat aneh yang sebagian besar mengandung kesyirikan dan kesesatan.

       Hukuman bagi mereka yang melakukan sihir (tukang sihir) adalah dibunuh, karena mereka telah kufur kepada Allah.

       Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Hindarilah tujuh dosa besar yang merusak." Kemudian beliau menyebutkan bahwa di antara dosa-dosa itu adalah sihir.

       Oleh karena itu, setiap hamba harus takut (bertakwa) kepada Rabbnya dan jangan sekali-kali masuk ke dalam perkara yang akan merugikan dirinya, baik di dunia maupun di akhirat. 

Diriwayatkan dari Nabi shalallahu'alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

حَدُّ السَّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ

"Hukuman untuk penyihir adalah dipenggal lehernya". 

(HR. At-Tirmidzi, hadits nomor 1460.) 

Sebenarnya, Riwayat di atas adalah perkataan Jundab Radhiyallahu Anhu

Bajalah bin Abdah berkata, "Sebuah surat datang kepada kami dari Umar Radhiyallahu 'Anhu setahun sebelum kematiannya (yang mengatakan), "Bunuh semua penyihir, baik laki-laki maupun perempuan." (HR. Ahmad juz 1 hal. 190.) 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثَةٌ لَا يَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى مُؤْمِنُ خَمْرٍ وَقَاطِعُ رَحِمٍ وَمُصَدِّقٌ بِالسِّحْرِ

Dari Abu Musa, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Tiga orang tidak akan masuk surga: orang yang minum minuman keras, orang yang memutuskan tali sanak saudara, dan orang yang percaya pada sihir.” (HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya)

Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu secara marfu, 

الرَّقَى وَالتَّمَائِمُ وَالتَّوَلَةُ شِرْكٌ

Sesungguhnya sihir, tamimah, dan tiwalah adalah kemusyrikan." 

(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud)

       Tiwalah adalah sejenis sihir yang bisa menumbuhkan rasa cinta dari seorang wanita kepada laki-laki (guna-guna). Sedangkan tamimah ada-lah manik-manik (jimat) untuk menolak pengaruh 'ain.

       Ketahuilah bahwa sebagian besar dosa besar, bahkan secara umum, tidak diketahui sebagai hal yang dilarang oleh mayoritas Muslim. Mereka tidak menemukan siapa pun yang melarang atau mengancam bahaya sihir. Oleh karena itu, para ulama tidak boleh terburu-buru menyalahkan orang karena tidak mengetahui hukum. Ia harus bersikap lembut kepada mereka dan mengajarkan sesuatu yang telah Allah ajarkan kepada mereka. Terutama jika mereka hidup dalam dunia kebodohan, misalnya tinggal di negara kafir yang sangat jauh. Kemudian mereka ditangkap dan dibawa ke negara Islam.

       Misalnya seperti bangsa Turki yang musyrik, yang tidak mengerti bahasa Arab. Kemudian pemimpin bangsa Turki yang tidak memiliki ilmu dan pemahaman terhadap Islam. Kemudian dengan kesunggu-hannya, ia mengucapkan dua kalimat syahadat dan mempelajari bahasa Arab sehingga mengerti makna dari dua kalimat syahadat tersebut setelah (mempelajarinya) siang dan malam. Apabila seperti ini, maka Alhamdulillah

       Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, terkadang ia menu-naikan shalat dan terkadang tidak. Terkadang ia bisa menghafal surat Al-Fatihah dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa terwujud ketika gurunya memiliki sedikit ilmu pengetahuan agama. Akan tetapi, apabila gurunya sama dengan dirinya (sama-sama tidak berilmu), maka bagaimana mungkin orang yang bodoh seperti ini akan mengenal syari'at-syari'at Islam dan mengenal dosa-dosa besar kemudian menjauhinya? Dari mana ia bisa mengenal kewajiban-kewajiban kemudian melaksanakannya? Sehingga akhirnya ia mengetahui dosa-dosa besar yang akan membinasakan kemudian mewaspadainya. Serta bisa mengetahui rukun-rukun dari perkara-perkara yang diwajibkan kemudian diyakininya yang pada akhirnya akan membuat dirinya menjadi orang yang beruntung. Hal seperti ini jarang sekali terjadi. Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi seorang hamba memuji Allah Ta'ala atas karunia-Nya.

Jika dikatakan, "Ini kesalahannya, karena ia tidak pernah bertanya kepada orang lain tentang sesuatu yang menjadi kewajibannya."

Kita jawab: "Inilah yang diketahuinya. Ia tidak mengetahui bahwa ia harus bertanya kepada orang yang berilmu. Barangsiapa yang tidak diberi penerangan oleh Allah, maka tidak ada penerangan baginya. Siapapun tidak akan dianggap berdosa, kecuali untuk orang-orang yang telah mengetahuinya dan setelah ditegakkan hujjah kepadanya. Allah Mahalembut dan Maha Penyayang kepada hamba-hamba Nya.

Allah Ta'ala berfirman,

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

"Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul." (QS. Al-Isra: 15)

       Beberapa tokoh shahabat yang mulia pernah berada di negeri Ha-basyah (Ethiopia). Kemudian turunlah beberapa kewajiban dan larangan kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam. Kemudian larangan tersebut tidak sampai kepada mereka, kecuali setelah berlalu beberapa bulan lamanya. Dalam beberapa bulan tersebut, mereka menjadi orang-orang yang mendapat udzur (keringanan) karena ketidaktahuan mereka. Hal ini berlangsung sampai datang kepada mereka sebuah dalil. Oleh karena itu, dosa-dosa mereka akan dimaafkan dikarenakan ketidakta-huan mereka. Demikian pula bagi siapa saja yang belum mengetahui (hukumnya) atau belum mengetahui ayatnya.


Tidak ada komentar:

BAHAYA SIHIR

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Ilustrasi Sihir         Sesungguhnya orang yang melakukan sihir adalah orang yang kafir. All...