Nasihat Singkat

Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari)

HAFIZ CILIK ABDURRAHMAN FATIH AL-JAZAIR

(Bocah usia 3 tahun yang hafal berjuz-juz al-Qur'an) 

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Abdurrahman Farih Al Jazairi 
       Pernahkah Anda mendengar atau melihat seorang anak berusia tiga tahun menghafal begitu banyak ayat Al-Quran? Dia adalah Abdurrahman Farih dari Aljazair. Dia bahkan telah menghafal surah-surah yang panjang dan dapat membacanya dengan khidmat dan gembira tanpa kesalahan dalam aspek hukum tajwid dan tanpa perubahan ayat atau surah.

       Anak ajaib ini sangat senang jika dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an, kemudian ia pun menghafalkannya. Hal ini sungguh menakjubkan sebab yang kita kenal dalam masyarakat kita, anak yang baru berusia tiga tahun biasanya lebih akrab dengan mainan, menangis, dan tertawa ria. Kemudian, ia akan tidur lelap di pelukan sang bunda atau dengan sebotol susu pendampingnya, dengan diiringi lagu nina bobok dan semisalnya.

       Meskipun ketika belum berumur tiga tahun ia belum bisa membaca satu kata pun, tetapi ia sudah mampu menghafalkan ayat-ayat Al-Qur'an dan melantunkannya secara baik dan benar. Sejak lidahnya mulai bisa menirukan suara, ia terbiasa menirukan dan mengulang-ulang bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an setiap harinya sehingga pada akhirnya la berhasil menghafal sekian surat atau sekian juz Al-Qur'an. Hal ini ia lakukan tanpa pernah berangkat ke masjid atau madrasah untuk menghafalkannya.

       Ada yang memberitakan bahwa anak ajaib itu telah hafal 30 juz Al-Qur'an ketika berusia tiga tahun. Namun, berita ini belum bisa dipastikan kebenarannya. Yang pasti, ia telah hafal sekian banyak surat/juz Al-Qur'an serta berbagai macam lafal doa dan zikir. Hal itu dapat dibuktikan melalui video yang dapat kita saksikan melalui youtube atau yang lainnya.


Didiktekan Bacaan Al-Qur'an Sejak dalam Kandungan

       Ketika sang bunda ditanya tentang bagaimana kisah Abdurrahman dalam menghafalkan Al-Qur'an, la menjelaskan, "Sebenarnya, sejak mulai mengandungnya, aku selalu membaca Al-Qur'an. Setiap malam Jum'at, aku selalu membaca Surat al-Kahfi. Adapun setiap harinya, aku selalu membaca Mu'owwidzatain (al-Falaq dan an-Nas) serta Surat al-Mulk. Setelah ia lahir, setiap hari aku selalu me-ruqyah-nya dan membacakan kepadanya zikir pagi dan petang. la tidak bisa tidur, kecuali telah aku bacakan zikir-zikir itu. Setelah aku bacakan ruqyah, ia baru merasa nyaman dan kemudian tidur lelap."

       Kegiatan sehari-hari di rumah lebih banyak dihabiskan oleh anak ajaib ini untuk mendengar dan menyaksikan channel al-Affasi, terutama ketika menayangkan program tilawah Al-Qur'an. Bahkan, sambil bermain, ia biasa menyenandungkan bacaan Al-Qur'an. Ketika sang ibu mencoba mengalihkan ke channel lain yang berisi animasi kartun, ia menolak dan meminta untuk dikembalikan ke channel yang berisi program Al-Qur'an.


Sang Bunda Mengidam Surat al-Kahfi

      Sang bunda mengungkapkan sebuah rahasia di balik adanya anugerah rabbaniyyah yang luar biasa ini pada diri sang fenomenal, Abdurrahman Farih. Kejadian yang tidak lazim itu bermula sejak ia masih di dalam perut sang bunda, yaitu sang bunda mengidam surat al-Kahfi. la ingin terus membaca surat ini. Oleh karena itu, ia pun selalu membaca surat ini setiap hari. Sesudah membacanya, baru muncul perasaan nyaman yang luar biasa. Ketika sang anak mulai bisa berbicara, yang pertama-tama diucapkannya adalah Surat al-Kahfi. Bahkan, surat ini dibacanya secara lancar mulai dari awal hingga akhir. Demikian keterangan harian asy-Syuruq yang terbit di Aljazair.

       Para ahli janin menegaskan bahwa janin itu mendapatkan pengaruh yang luar biasa dari apa yang juga berpengaruh terhadap ibu yang sedang mengandungnya. Jika sang ibu ketika itu sangat enjoy terhadap musik, begitulah anak yang kemudian akan lahir dari rahimnya: cinta musik. Demikian juga kecenderungan yang lainnya. Jika sang ibu menikmati lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an, bahkan merasa tidak bisa lepas darinya, hal yang sama juga akan sampai ke kalbu si janin. Mahasuci Dzat Pencipta yang telah menciptakan ciptaan-Nya dengan begitu eloknya.


Awal Menghafalkan Al-Qur'an

       Sang ibu menceritakan bahwa awalnya si anak mulai menghafal Al-Qur'an melalui channel al-Affasi. Lewat saluran ini, ia banyak mendengarkan lantunan bacaan Al-Qur'an. Adapun sang ayah, Muhammad Farih, berusaha menjadikan buah hatinya ini selalu mendapatkan pengaruh dari mendengarkan lantunan Al-Qur'an sebelum ia mengenal dunia luar.

       Ada yang unik dari seorang anak pemilik suara merdu dan bahasa yang fasih nan lembut ketika melantunkan bacaan Al-Qur'an ini. la tidak pernah ketinggalan mengucapkan shalawat untuk baginda Nabi Muhammad setiap kali nama beliau disebut, la juga tidak pernah lepas dari bacaan Mu'awwidzatain (Surat al-Falaq dan an Nås) serta tidak bisa tidur sebelum membaca zikir.

       Di negerinya, Aljazair, ia digelari sebagai färisul qur'an (jawara Al-Qur'an) dan ia memang layak mengenakan mahkota ini. la juga berhak mengenakan "baju emas" (simbol kebesaran) yang dipakaikan langsung oleh mugri Masjidil Aqsha, Syekh Muhammad Rasyad asy-Syarif.

       Anak ajaib ini biasa menghafalkan Al-Qur'an dengan cara mendengarkan bacaan, sesekali dari ibunya sendiri dan di lain waktu melalui tayangan lantunan Al-Qur'an di saluran televisi al-Affasi, yang ditilawah oleh Syekh Misyari Rasyid al-Affasi. Bahkan, ketika berada di dalam mobil bersama keluarga, ia masih juga meminta dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an.

       Selain itu, sang ibu juga terbiasa me-ruqyah-nya dengan ayat-ayat Al-Qur'an ketika ia berusia enam bulan. Ruqyah itu dimaksudkan untuk melindungi sang anak dari pengaruh mata jahat (al-'ain) dan dari segala hal buruk yang tidak diinginkan. Setelah membacakan ayat-ayat Al-Qur'an, sang bunda mengusapkan tangannya pada tubuh buah hatinya.

       Ada hal unik dari anak brilian ini, sebagaimana yang diceritakan oleh ibunya bahwa ia bisa menirukan tilawah Al-Qur'an yang didengarkan dari channel al-Affasi sebelum ia bisa berbicara secara normal saat berusia dua tahun.

       Meskipun ia belum mengenal pengucapan kalimat secara sempurna dan belum bisa mengungkapkan atau meminta apa yang menjadi keinginan dan keperluannya seperti yang terjadi pada anak-anak seusia dengannya, tetapi ia telah mengerti betul nama-nama surat dan ayat yang Dia menghafalnya. Selain itu, dia juga mengetahui hadits-hadits (sabda) Nabi Muhammad shalla Allahu alaihi wa sallam.

       Sang ibu juga menceritakan bahwa ia sebenarnya belum kenal baca tulis. Hanya saja, ia memang berhasil menghafalkan sekian banyak surat-surat Al-Qur'an dengan cara terus-menerus mendengarkan siaran tilawah Al-Qur'an. Selain itu, ia juga menghafalkan Al-Qur'an dengan cara mendengarkan hafalan Al-Qur'an dari sang bunda tercinta.


Surat-Surat Al-Qur'an yang Pertama-tama Dihafal

       Ada satu hal yang menakjubkan dari anak fenomenal ini, yaitu bahwa surat-surat yang biasa dibaca oleh sang bunda saat sedang mengandungnya, itulah yang kemudian dapat ia hafalkan dengan begitu mudah. Begitu juga, ia dapat dengan mudah hafal secara lengkap doa khatam Al-Qur'an tanpa ada yang kurang sedikit pun. Itulah yang ia tunjukkan saat diundang dalam sebuah majelis di hadapan para tamu agung, juga sebagaimana yang ia tampilkan dalam acara wawancara dengan harian asy-Syuruq.

       Di antara surah-surah pertama yang dihafalnya adalah Mu'awwidzatain (al-Falaq dan an-Nas) dan ayat-ayat terakhir Surah al-Baqarah dan Ayat al-Kursi. Hal ini dapat dimengerti karena surah-surah dan ayat-ayat itulah yang paling sering didengarnya dan terus diulang setiap pagi dan sore, baik dari orang tuanya maupun melalui Al-Quran. Ini juga merupakan bagian dari bacaan wirid pagi dan sore. Dia juga sering meminta ayahnya untuk membacakan doa-doa khatam Al-Qur'an ketika sedang berada di dalam mobil.


Masih Bocah Sudah Kenal Tata Krama. 

       Meskipun masih anak-anak, Abdurrahman sudah memahami adab dalam membaca Al-Quran, mulai dari melafalkan isti'adzah dan basmalah hingga memperhatikan masalah hukum mad dan sebagainya. Bahkan, ketika menyebut hadits Nabi, ia tidak lupa menyebutkan perawinya. Ia juga tidak lupa mengirimkan salam kepada Nabi Muhammad (saw) setiap kali namanya disebut. Ia mempelajari semua ini dari apa yang didengar dan dilihatnya, baik melalui siaran televisi maupun dari lingkungannya.

       Keluarganya, terutama orang tuanya, sebenarnya telah lama menantikan kelahirannya. Ibunya baru mengandungnya setelah tiga tahun menikah.

        Semua ini membuat Muhammad Farih, ayah dari anak ajaib ini, semakin bahagia dan bangga dengan anak istimewa yang telah Allah anugerahkan kepadanya. Menyaksikan fenomena ini, sang ayah bertekad untuk membimbing putranya agar menjadi seorang hafizh dan qari' yang handal. "Aku akan terus memperhatikan kelebihan dan bakat yang dimiliki anak ini sebisa mungkin sampai ia benar-benar bisa menjadi seorang hafizh Al-Quran dan muqri (guru qira'ah)," katanya.

       Ayah anak ajaib ini telah membuat program lebih awal bagi kehidupan anaknya. Intinya adalah membantu sang anak dengan berbagai sarana audio visual berkenaan dengan kegiatan membaca, mendengarkan, dan menghafalkan Al-Qur'an agar ia benar-benar bisa hafal Al-Qur'an  sempurna (30 juz) serta menguasai macam-macam jenis qira'ah yang ada. Program ini beliau rancang untuk anaknya sampai kira-kira berusia lima tahun. Sebab setelah usia tersebut, sang anak hendak dimasukkan ke madrasah khusus Al-Qur'an. Tujuannya agar bacaan Al-Qur'annya dapat diluruskan oleh para guru Al-Qur'an yang memang ahli di bidangnya. Hal ini dimaksudkan agar hafalan Al-Qur'annya benar-benar mantap dan matang. Di samping itu, ada kekhawatiran jika hafalannya itu tercampur dengan hal-hal yang lain di luar Al-Qur'an, yang bisa mengganggu hafalannya, apalagi anak ini sebenarnya belum kenal baca tulis.

       Terang saja, kelebihan dan talenta yang dimiliki oleh anak ajaib ini menarik kekaguman masyarakat, termasuk para tokoh dan pakar Al-Qur'an. Itulah yang terjadi setelah anak ini tampil di layar kaca dalam sebuah acara yang ditayangkan di pagi hari. Salah seorang syekh memberikan pujian khusus kepadanya atas bacaan dan hafalannya, mengingat usianya yang masih sangat belia. Bahkan, syekh tersebut berkomentar bahwa ini merupakan sebuah fenomena yang unik dan amat langka di dunia ini. Anak-anak seperti ini jumlahnya dapat dihitung dengan jari. Oleh karena itu, ia harus terus mendapatkan sokongan dan dorongan dari semua pihak agar makin matang.


Lucu dan Lugu

Batita hafal Qur'an
        Namanya anak tetap saja anak. Meskipun sudah hafal sekian banyak surat, ketika menjawab pertanyaan wartawan tentang usianya, Abdurrahman Farih pun menjawab semaunya. "Usiaku dua minggu. Kalau besar nanti, aku akan belikan roti untuk Ummi." Lucu, kan?

       Ia sering melafalkan Al-Quran sambil tersenyum, memegang, menarik, dan menggerakkan benda-benda di sekitarnya. Namun, ia tidak berhenti melafalkan sampai selesai. Ketika ia melakukan kesalahan, ibunya segera mengoreksinya. Kemudian, ia melanjutkan melafalkan dari hafalannya dan hanya berhenti di akhir setiap huruf.

       Sang ibu memang sangat sabar dan teliti dalam mendampingi anaknya ketika membaca Al-Quran, dan kemudian mengoreksinya jika ada kesalahan. Hal ini agar kesalahan tersebut tidak terulang di masa mendatang. Peran ibu dalam mendidik anaknya sungguh luar biasa; sebuah contoh bagi kita. 


Membaca Al-Qur'an dengan Penuh Penghayatan

       Ketika membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an, raut wajah anak ajaib ini berubah-ubah sesuai dengan perubahan ayat yang sedang dibacanya. Seakan ia benar-benar merenungi dan meresapinya. Bayangkan, anak kecil yang baru berumur tiga tahun sudah hafal Surat al-Kahfi, Maryam, Juz 'Amma, dan beberapa hadis Nabi.

       Ketika Anda menyaksikan Abdurrahman Farih sedang membaca Al-Qur'an dengan bacaan yang sarat tajwid dan hukum-hukumnya, Anda seakan sedang berada di depan seorang syekh atau imam masjid. Padahal, sebenarnya Anda sedang berada di depan seorang anak kecil yang sama sekali belum mengenal baca tulis. Namun, ketika diminta untuk membacakan Al-Qur'an, ia dapat membacanya dengan lancar.

Demikian kisah penggugah dan inspirasi bagi kita yang mendambakan anak-anak yang shalih dan shalihah, yang dekat dengan al-Qur'an. Semoga bermanfaat. 

Barokalloh fiikum. W assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Penyusun: Wawan Hermawan, S. Pd. I

Sumber : Judul buku "Balitapun Hafal Al-Qur'an" Karya Salahudin Abu Sayyid 


Tidak ada komentar:

BAHAYA SIHIR

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Ilustrasi Sihir         Sesungguhnya orang yang melakukan sihir adalah orang yang kafir. All...