Nasihat Singkat

Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari)

RUMAH TANGGA NABI Shalallahu'alaihi wasallam.

   Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Gambar ilustrasi

       Siapa pun yang membaca biografi Nabi Shalallohu'alaihi wasallam pasti akan takjub dengan perilakunya yang sangat baik dan terpuji terhadap semua lapisan masyarakat pada umumnya, dan terhadap keluarganya secara khusus. Pujian Allah Ta'ala kepadanya adalah bukti dari hal ini.

Allah Ta'ala berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِیمࣲ

"Dan, sesungguhnya kamu (hai Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung. "(QS. Al-Qalam: 4)

'Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: "Sesungguhnya akhlak Nabi Shalallahu'alaihi wasallam adalah Al-Qur'an."  [HR Muslim no. 746]

       Di sini, tidak ada salahnya saya menyampaikan beberapa contoh perilaku Nabi terhadap keluarganya melalui penjelasan berikut.


A. Nabi dan Istri-istrinya

       Kehidupan Nabi ﷺ di rumahnya dan di antara istri-istrinya merupakan contoh yang ideal. Kehidupan yang mencontohkan cinta, perdamaian, menghindari kesulitan, memberi pertolongan, dan menghindari ucapan kotor dan kasar. Beliau adalah orang yang mengatakan:

( خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي )

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang terbaik terhadap istriku."

[HR. At-Tirmidzi (no. 3895), beliau menilai bahwa hadits tersebut hasan shahih gharib Ibnu Majah (no. 1977), dan ad-Darimi dalam as-Sunan (no. 2260).]

       Al-Aswad berkata: "Suatu ketika saya bertanya kepada 'Aisyah tentang kegiatan Nabi ﷺ di rumahnya. Dia menjawab: 'Beliau sering membantu istrinya. Ketika waktu shalat tiba, beliau segera pergi untuk shalat.' [HR. Al-Bukhari (no. 676).]

       Dari 'Urwah, ia bercerita bahwasanya 'Aisyah radiyallahu'anha pernah ditanya tentang aktivitas Rasulullah di rumahnya. la menjawab: "Beliau menjahit bajunya, menambal sandalnya, dan mengerjakan apa yang lazim dilakukan oleh kaum pria di rumah mereka."4

[Diriwyatkan oleh Ahmad (VI/121), Ibn Hibban (XII/490, no. 5677), beliau mengesahkan hadits ini, dan Abu Ya'la dalam musnad-nya (VIII/287, no. 4876)]

Dari 'Amrah, ia berkata bahwasanya 'Aisyah radiyallahu'anha pernah kerjakan di ditanya:

قِيلَ لِعَائِشَةَ: مَاذَا كَانَ يَعْمَلُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فِي بَيْتِهِ؟

قَالَتْ: كَانَ بَشَرًا مِنَ الْبَشَرِ، يَفْلِي ثَوْبَهُ، وَيَحْلِبُ شَاتَهُ، وَيَخْدُمُ نَفْسَهُ. 

"Aktivitas apa yang biasa Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam rumahnya?" la menjawab: "Beliau hanya manusia biasa. Beliau suka membersihkan bajunya dari kutu, memerah susu kambingnya, dan melayani dirinya sendiri." 

[Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam asy-Syama-il (no. 293), Ibnu Hibban dalam kitab Sahih (no. 2136), dan Abu Ya'la dalam Musnadnya (no. 4873). Ad-Dhahabi dalam Siyar (VII/158) mengatakan bahwa hadits ini bersanad bagus.

Dari Aisyah radiyallahu'anha ia berkata: 

كُنْتُ أَشْرَبُ وَأَنَا حَائِضٌ، ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ ﷺ فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ فَيَشْرَبُ

وَأَتَعَرَّقُ الْعَرْقَ وَأَنَا حَائِضٌ، ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النَّبِيَّ ﷺ فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِيَّ

"Suatu kali aku minum dalam keadaan haidh. Kemudian, aku memberikan gelas minumanku kepada Nabi. Beliau lantas menempelkan bibirnya pada sisi gelas bekas bibirku, lalu meminumnya. Aku juga pernah menggigiti daging (di tulang) saat haidh. Kemudian, aku memberikannya kepada beliau. Beliau lantas menggigitinya di bekas gigitanku." (Sahih Muslim, no 300) 

         Di antara yang beliau lakukan untuk refreshing  (mengilangkan perasaan jenuh) adalah, Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam mengajak istrinya lomba lari dengan-nya.

       Dari Ummul Mukminin 'Aisyah ia bercerita: "Aku pernah pergi bersama Nabi dalam sebuah perjalanan. Saat itu aku masih anak-anak dan badanku masih ramping. Beliau berkata kepada para Sahabatnya: 'Berangkatlah kalian terlebih dahulu!' Mereka pun menurutinya, dan bergegas berangkat. Setelah itu, beliau berkata kepadaku: 'Mari kita berlomba laril' Aku menyetujuinya, dan aku berhasil mendahuluinya dalam lomba itu. Selesai lomba, beliau tidak berkomentar apa-apa kepadaku. Selang beberapa waktu-lamanya dari lomba itu, badanku gemuk. Aku  sudah lupa kejadian waktu itu. Aku pergi bersamanya dalam perjalanan lain. Kemudian, dia berkata kepada para sahabatnya: 'Kalian duluan!' Mereka menurutinya, dan bergegas berangkat. Setelah itu, dia berkata kepadaku: 'Ayo kita lari lagi!' Aku setuju, dan dia berhasil mengalahkanku dalam perlombaan ini. Setelah perlombaan, dia tertawa dan berkata: 'Kemenangan ini untuk membalas kekalahan sebelumnya.'

Kadang-kadang, 'Aisyah radiyallahu 'anha  berbicara keras-keras kepada Rasulullah shalallahu'alaihi wasallam. 

Dari an-Nu'man bin Basyir, ia berkata:

اسْتَأْذَنَ أَبُو بَكْرٍ رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ عَائِشَةَ عَالِيًا، ‏‏‏‏‏‏فَلَمَّا دَخَلَ تَنَاوَلَهَا لِيَلْطِمَهَا، ‏‏‏‏‏‏وَقَالَ:‏‏‏‏ أَلَا أَرَاكِ تَرْفَعِينَ صَوْتَكِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ‏‏‏‏‏‏فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْجِزُهُ، ‏‏‏‏‏‏وَخَرَجَ أَبُو بَكْرٍ مُغْضَبًا، ‏‏‏‏‏‏فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ خَرَجَ أَبُو بَكْرٍ:‏‏‏‏ كَيْفَ رَأَيْتِنِي أَنْقَذْتُكِ مِنَ الرَّجُلِ،‏‏‏‏ قال:‏‏‏‏ فَمَكَثَ أَبُو بَكْرٍ أَيَّامًا، ‏‏‏‏‏‏ثُمَّ اسْتَأْذَنَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ‏‏‏‏‏‏فَوَجَدَهُمَا قَدِ اصْطَلَحَا، ‏‏‏‏‏‏فَقَالَ:‏‏‏‏ لَهُمَا أَدْخِلَانِي فِي سِلْمِكُمَا كَمَا أَدْخَلْتُمَانِي فِي حَرْبِكُمَا،‏‏‏‏ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:‏‏‏‏ قَدْ فَعَلْنَا قَدْ فَعَلْنَا 

Abu Bakar radhiyallāhu ‘anhu meminta izin masuk ke rumah Nabi ﷺ. Ketika ia mendengar suara ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anha terdengar keras, setelah masuk, ia (Abu Bakar) mencoba menegurnya, seraya berkata:

“Apakah pantas kamu meninggikan suara kepada Rasulullah ﷺ?”

Nabi ﷺ segera berdiri dan menengahi Abu Bakar radhiyallāhu ‘anhu dengan Aisyah. Abu Bakar pun keluar dengan marah.

Setelah itu, Nabi ﷺ berusaha menghibur 'Aisyah dengan berkata kepadanya:

Bagaimana menurutmu? Bukankah aku telah menengahi kalian dari lelaki itu?”

Abu Bakar radhiyallāhu ‘anhu kemudian tinggal beberapa hari, kemudian ia meminta izin untuk menemui Nabi ﷺ dan ‘Aisyah, dan ia mendapati keduanya sudah berdamai.

Abu Bakar berkata:

“Masukkan aku dalam perdamaian kalian sebagaimana kalian dulu memasukkan aku dalam perselisihan kalian?”

Nabi ﷺ menjawab: “Sudah kami lakukan, sudah kami lakukan.” 

[HR. Ahmad dalam Musnadnya (VI/264) dan Abu Dawud (no. 2578). Hadits ini diriwayatkan oleh al-Irak dalam Takhrijul Ihya (11/40) dan al-Albani dalam Adibuz Zifal (hal. 276)].

       Anas bin Malik  radhiyallahu 'anhu meriwayatkan tentang Safiyyah radiyallahu 'anha: "Aku melihat Nabi melingkarkan tapi ke atas punuk unta untuk duduk. Kemudian, beliau duduk berlutut di samping unta tersebut.  Safiyyah kemudian menaiki unta dengan menginjak lutut beliau hingga ia duduk di atasnya." [HR. Al-Bukhari no 4211]


       Dari 'Aisyah radiyallahu 'anha, ia bercerita: "Suatu ketika, aku me-nemui Nabi ﷺ sambil membawa makanan khazirah-daging cincang yang banyak kuahnya, lalu ketika matang dibubuhi tepung- yang aku masak untuk beliau. Saat itu, beliau tengah bersama Saudah. Aku meminta Saudah untuk mencicipinya, sementara beliau berada di antara kami. Namun, Saudah enggan memakannya. Aku pun berkata: 'Makanlah makanan ini. Kalau tidak, aku akan melumuri mukamu dengannya! Saudah tetap tidak mau. Karena tetap menolak, maka aku masukkan tanganku ke makanan itu, lalu kuoleskan ke muka Saudah. Melihat hal itu, Nabi ﷺ pun tertawa, lalu beliau ikut mengusapkan tangannya ke daging sambil berkata: 'Olesi mukanya! Beliaupun tertawa karenanya.

[Al-Haithami, dalam Majmaluz Zawa-id (IV/315), mengatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Abu Yala (no. 4476) dengan perawi yang dikenal sebagai perawi dalam kitab sahih, kecuali Muhammad bin 'Amr bin 'Alqamah. Menurut al-Haitsami, hadits ini berstatus hasan.]


Disusun oleh: Wawan Hermawan, S. Pd. I

Sumber          : Buku "Melawan Kezaliman Terhadap Wanita" Karya Muhammad bin Abdullah al-Habdan 


Tidak ada komentar:

BAHAYA SIHIR

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh Ilustrasi Sihir         Sesungguhnya orang yang melakukan sihir adalah orang yang kafir. All...