Nasihat Singkat

Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari)

KISAH BILAL BIN RABAH SEBAB KEISTIMEWAAN BERWUDHU

Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokaatuh

Keistimewaan Wudhu  Bilal Bin Rabbah
Ilustrasi Keistimewaan Berwudhu Bilal bin Rabah

                Kaum muslimin yang semoga dirahmati oleh Alloh subhanahu wata'alaa, 
Alloh subhanahu wata'ala berfirman :

اَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ  

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur."

(Q.S. Al Maidah: 6)


Dari Abu hurairah rodhiyallohu 'anhu ia berkata, saya mendengar kekasihku Rosululloh sholallohu'alaihi wasallam bersabda:

تَبلُغُ الحِليَةُ مِنَ المُؤمِنِ حَيثُ يَبلُغُ الوُضُوعُ

"Hilyah (cahaya seorang mu'min akan menyinari anggota badan yang dicapai oleh air wudhu." (HR. Muslim)

 MEMBACA DO'A SELESAI WUDHU

Hendaknya kita membiasakan dan tidak melewatkan sedikitpun setiap selesai dari berwudhu untuk bero'a dengan doa berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

 "Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya."  (HR. Muslim)

Hal  itu dikarenakan besar dan agungnya keutamaan bagi orang yang melafazkan doa tersebut. Diantara keistimewaan dan keutamaannya yaitu;

Nabi sholallohu 'alaihi wasallam bersabda:


مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ قَالَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِينَ وَاجْعَلْنِى مِنَ الْمُتَطَهِّرِينَ فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

"Barangsiapa berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya kemudian ia membaca doa (yang artinya) ‘Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang yang menyucikan diri.’ Maka dibukalah delapan pintu untuknya yang dapat ia masuki dari mana saja ia mau." (HR. Tirmidzi; shahih)



KISAH BILAL Rodhiyallohu 'anhu DAN WUDHU

- Suatu ketika Nabi   shalat fajar kemudian bersabda kepada Bilal bin Rabah, "Wahai Bilal, dengan amal perbuatan apa kamu bisa mendahuluiku masuk kesurga? Semalam saya masuk surga dan saya  mendengar suara sandalmu didepanku." Bilal menjawab, "Wahai rasululloh, tidaklah aku mengumandangkan azan melainkan tentu aku shalat dua rokaat sesudahnya, dan ketika berhadats saya melakukan wudhu seketika itu juga, kemudian saya shalat dengan wudhu tersebut, shalat yang harus kukerjakan (selain shalat fardhu)." (HR. al-Hakim, beliau berkomentar bahwa hadiits tersebut shohih berdasarkan syarat al-Bukhari dan Muslim)

- Ketika orang kafir menyiksa Bilal bin Rabah, maka ia hanya berkata, Ahad, ahad (Alloh Yang Maha Esa), "sampai akhirnya ia dibeli Abu Bakar ash Shiddiq memerdekakannya. 

- Ia pernah mengalami perang Badar, ia berasal dari Habasyah (Ethiopia), dan menjadi hamba pertama yang beriman sehingga Umar memujinya seraya berkata, "Abu Bakar Sayid kita memerdekakan Bilal sayyid kita, semoga Alloh meridhoi mereka berdhua.

- Ketika Bilal bin Rabah meninggal, ia pernah berkata, "Alangkah bahagianya.., besok saya bertemu orang yang paling saya cintai yaitu Muhammad ﷺ  dan sahabatnya rodhiyallohu 'anhu.

- Bilal meninggal ketika umurnya lebih dari 60 tahun pada tahun 20 H.

- Maka oleh karena itu wahai putra-putri kebanggaan bangsa dan negar Indoneisa, jadilah kalian generasi pemberani sebagaimana keberanian Bilal rodhiyallohu 'anhu. Belalah agamamu dengan cara kalian bersungguh-sungguh dalam belajar ilmu syar'i, jagalah selalu wudhumu, shalatlah sebanyak 2 rokaat setiap selesai wudhu, agar kamu menjadi penghuni surga sebagaimana Bilal bin Rabah rodhiyallohu'anhu.

Wallohu a'lam bishowaab


Sumber: diambil dari judul buku "METODE PENDIDIKAN ANAK MUSLIM USIA 6 s/d 9 tahun. Cetakan ke dua karya Abu Amr Ahmad Sulaiman.


Penyusun : Wawan Hermawan, S.Pd.I







Tidak ada komentar:

MISTERI NENEK TUA PENUNGGU MAKAM NABI

Assalamu'alaiku warahmatullahi wabarakatuh Nenek Tua Masuk Surga         Sahabat Muslim sekalian, Pernahkah kamu mendengar bahwa dahulu...