Nasihat Singkat

Nabi ﷺ bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari)

MISTERI NENEK TUA PENUNGGU MAKAM NABI

Assalamu'alaiku warahmatullahi wabarakatuh


Nenek Tua Masuk Surga 

       Sahabat Muslim sekalian, Pernahkah kamu mendengar bahwa dahulu dizaman bani Israil terdapat sebuah kisah seorang nenek tua berhasil masuk surga karena melakukan siasat terhadap seorang nabi? Siapakah Nabi Tersebut dan Bagai mana kisahnya? Mari kita simak melalui hadits berikut ini. 

          Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Sahl al-Faqīh di Bukhara, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Shāliḥ bin Muḥammad bin Ḥabīb al-Ḥāfiẓ, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Aḥmad bin ‘Imrān al-Aḥmasī, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Muḥammad bin Fuḍail, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Yūnus bin Abī Isḥāq, dari Abu Burdah, dari Abu Mūsā radhiyallāhu ‘anhu, bahwa:

   Rasulullah ﷺ singgah di rumah seorang Arab Badui, lalu beliau memuliakannya.  Kemudian beliau bersabda kepadanya: “Wahai orang Arab Badui, mintalah apa kebutuhanmu.”

        Orang Badui itu berkata:  “Wahai Rasulullah, aku meminta  seekor unta betina lengkap dengan pelananya dan beberapa ekor kambing betina agar keluargaku dapat memerah susunya.”  Ia mengucapkan permintaan itu dua kali.

        Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya: “Apakah engkau tidak mampu menjadi seperti seorang wanita tua dari Bani Israil?”

Para sahabat beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah wanita tua dari Bani Israil itu?”

        Beliau ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Nabi Musa ingin membawa Bani Israil berjalan (keluar  dari Mesir), lalu mereka tersesat di jalan. Maka para ulama Bani Israil berkata kepadanya:  ‘Kami menceritakan kepadamu bahwa Nabi Yusuf dahulu telah mengambil perjanjian yang kuat atas nama Allah dari kami, bahwa kami tidak akan keluar dari Mesir sampai kami memindahkan tulang-belulangnya bersama kami.’

    Musa berkata: ‘Siapakah di antara kalian yang mengetahui di mana kubur Yusuf?’ Mereka menjawab: ‘Tidak ada yang mengetahui di mana kubur Yusuf kecuali seorang wanita tua dari Bani Israil.’

        Maka Musa mengutus orang untuk menemuinya dan berkata: ‘Tunjukkan kepadaku di mana kubur Yusuf.’ 

        Wanita itu menjawab: ‘Tidak, demi Allah, aku tidak akan menunjukkannya sampai aku berada bersamamu di surga.’

         Abu Musa melanjutkan: “Rasulullah ﷺ tidak menyukai apa yang dikatakan wanita itu. Maka dikatakan kepada Musa (Allah menyampaikan wahyu kepada Nabi Musa): ‘Berikanlah kepadanya apa yang ia minta.’ Lalu Musa pun memberikan kepadanya apa yang ia minta.

        Wanita itu kemudian membawa mereka ke sebuah danau, lalu berkata: ‘Keringkanlah air ini.’ Setelah airnya kering, ia berkata: ‘Gali di sini.’

        Ketika mereka menggali, ternyata di sana terdapat tulang-belulang Nabi Yusuf. Maka ketika tulang-belulang itu diangkat dari dalam tanah, tiba-tiba jalan menjadi terang seperti cahaya siang hari.”

        Kemudian perawi berkata: “Ini adalah hadits yang sanadnya shahih, namun tidak dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim.”


FAEDAH DARI HADITS 

1. Nabi Muhammad ﷺ mengajari kita untuk berakhlak mulia diantaranya suka memberi 

2. Nabi ﷺ mengajari para sahabat dan kita umatnya untuk menjadikan prioritas utama adalah akhirat. Dari Zaid bin Tsabit Radhiyallahu anhu, ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ 

 "Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allâh akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran di kedua pelupuk matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allâh akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.” (Hadits Sahih. HR. Ahmad (V/183), Ibnu Majah (4105), Ibnu Hibban (72), al-Baihaqi (VII/288). Dishahihkan Al-Albani (Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah 950)).

3. Wanita tua menunaikan amanah janji Nabi Yusuf agar jasadnya dibawa  menunjukkan ketaatan terhadap amanah orang saleh.  Sehingga Alloh Ta'ala memuji ketaatan setiap orang yang mentaati Allah dan Rasul-Nya.

 Alloh Ta'ala berfirman: “Orang-orang yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka akan diberi pahala besar.” (QS. An-Nisa: 59)

4. Ketika seorang hamba mengalami musibah atau kesulitan hendaknya di bersabar dan berhusnuzhon terhadap Allah dengan cara intropeksi diri dan mencari sebab-sebab jalan keluar dari kesulitan baik dengan berdo'a, berdiskusi dan bekerjasama sebagaimana Nabi Musa intropeksi ketika bani Israil tidak bisa keluar dari kota Mesir sampai akhirnya Allah memberi petunjuk melalui orang yang alim dari kalangan bani Israil dan juru kunci yaitu seorang nenek tua tentang janji Yusuf 'Alaihissalam hingga akhirnya mereka diberi jalan keluar oleh Alloh.

5. Rasulullah ﷺ mengajarkan kisah ini agar umat belajar dari perilaku orang saleh terdahulu.

6. Sifat Jujur, amanah dan bertanggung jawab yang di praktekkan oleh Nabi Musa 'Alaihissalam saat terhadap janji nabi Yusuf 'Alaihissalam 

7. Ketaatan Nabi Musa 'Alaihissalam dalam memenuhi perintah Alloh Ta'ala saat Nabi Musa awalnya merasa enggan memenuhi syarat dari wanita tua agar masuk surga bersamanya.

8. Jasad para nabi tidak hancur dimakan tanah. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ

“Sungguh, Allah Ta’ala mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.”
(HR. Abu Dâwud 662, dishahihkan Al-Albânî dalam Silsilah al-Ahâdîts ash-Shahîhah no. 1527)

Kata ‘عِظَام secara bahasa berarti tulang-belulang, namun dalam hadits ini dimaknai badan utuh Nabi ﷺ. Artinya bersifat majazi, mirip ungkapan bahasa sehari-hari seperti “belum kelihatan batang hidungnya” yang tidak dimaksud secara literal. Maka hadits initidak bertentangan dengan hadits lain yang menyatakan bumi diharamkan memakan jasad para Nabi. Hal serupa juga sebagaimana terdapat pada hadits riwayat Tamim Ad-Dari yang berbunyi:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمَّا كَبُرَ فِي السِّنِّ، قَالَ لَهُ تَمِيمُ الدَّارِيِّ: أَلَا أَتَّخِذُ لَكَ مِنْبَرًا يَسْتَوعِبُ عِظَامَكَ؟ قَالَ: بَلَى فَاتَّخَذَ لَهُ مِنْبَرًا مُرَقَّتَيْنِ

“Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah lanjut usia, Tamim Ad-Dari berkata kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, maukah aku membuatkan mimbar yang cukup untuk menampung badanmu?’ Beliau menjawab: ‘Boleh.’ Lalu Tamim membuatkan mimbar yang memiliki dua anak tangga.” 

 (HR. Abû Dâwud 1081, sanad jayyid menurut Al-Albânî) 

Maka hadits di atas bisa kita fahami maknanya adalah badan nabi ﷺ seutuhnya bukan tulang-belulang.

9. Anjuran menepati janji dalam kebajikan dan kebenaran walaupun yang berjanji adalah nenek moyang mereka. 

10. Kedudukan ulama ditengah masyarakat menjadi wasilah penerang jalan keluar dalam kesulitan

Wallohu'alam bisshowab



Penyusun             : Wawan Hermawan, S.Pd.I
Sumber Rujukan  : https://al-hadees.com/mustadrak/4088?utm_source=chatgpt.com 

Tidak ada komentar:

MISTERI NENEK TUA PENUNGGU MAKAM NABI

Assalamu'alaiku warahmatullahi wabarakatuh Nenek Tua Masuk Surga         Sahabat Muslim sekalian, Pernahkah kamu mendengar bahwa dahulu...